Saturday, June 30, 2012

A month of Exposure

Assalammualaikum . Semoga Rahmat dan Cinta Allah memayungi kita semua .

Almost a month kat Palam . Aku mula mengenali wajah sebenar 'dunia realiti' . Realiti masyarakat . Realiti apa yang melanda rakan sebaya , dan juga diriku . Realiti yang pahit untuk ditelan tapi memang kene telan jugak . Tak boleh nak luah . Nanti mati pulak si bapak . eh , kalau telan , don't worry , mak tak mati . Mak suka kte telan masakan dia . okeyh , sorri , merepek .

Grey area in Malaysia undoubtful . Very very grey . Memang tak dapat nak bezakan actually mana yang hitam mana yang putih . Everything mixed together . -,-" . 'Bernafas dalam udara jahiliah' . Teringat quotes ni .

Again , all I want to share is what Allah had done for me , what Allah had destiny for me , what Allah gave and will always give me .

Alhamdulillah . 18 years of life , my 'life' is getting better . With 'friend-till-jannah' by my side . And bertambah
Sahabat yang baik adalah satu anugerah tak ternilai . Untuk orang bujang mcm aku ... ada kene mengena x ? Ada . You don't need a guy to calm you down when you're already down . You just need a friend sejantina yg boleh remind and calm you with words from Allah . All love from Allah yang we couldn't see or actually tak perasan sebab kita perasan sibuk , sang sahabat boleh tunjukkan . Saling menguatkan , saling menyokong , tak benarkan dia jatuh , sanggup berkorban untuk menarik si sahabat . Ain't that beautiful ?

Ceruk mana pulak nak cari kawan mcm tu ??? Ingat senang ke nak cari ?

Sape kata senang ? Ada aku kata ? It took me 3 years of war in a battle with myself before Allah gave me her . And them .

Trust . The power of trust is affecting you like 150% more than you ever imagine . Everything starts with what you believe within yourself . If you don't believe on yourself , would you have the courage to talk in front of crowd ? Test it yourself . Nak cakap depan kelas pun takut takut lagi .

Living in Palam way much better than in Seseri and PLKN . 2 places that gave enormous impact on my life . Palam , is where I applicate everything I learnt from Seseri and PLKN . These 2 places taught me a lot about who is actually , stay with you , when you are sad , you are about to dying (sedih sangat la kot) , you are about to give up on everything , when no one with you , when no one understand you , when you think , you are all alone in this cruel world .

HIM . The One that never leaves you . Sedar atau tak , memang HE never leaves us . It just , kita yang pilih . To be with HIM , or to leave HIM .

Leaving Allah means you are dragging yourself to eternal suffering .

Live well , live hell . You choose .

Kat sini , everything depends on your choice . Your own choice . If you choose to be with them yang suka lepak campur laki perempuan kat cafe , no one will halang kau . If you choose to sleep in the kuliah , not listening to the lectures , no one will care . If you choose to stay up sampai your subuh burn ,  no one actually would care , unless dpat housemate yg akan tolong gerakkan . Untungla . Tapi , smpai bila nak ada orang tolong kejutkan kau untuk kau tunaikan hak kepada Tuhan ? If you choose to study and not praying , no one will know . If you choose to have a boyfriend here , no one actually akan halang , yang mengutuk ramai la kot.

Everything is on your own .

Sayang , bila aku tengok rakan sebaya , rakan sebangsa , rakan seagama , rakan seakidah, tak merasai keperluan kepada Allah dengan mata hati yang terbuka . Allah yang menanti penuh cinta kepada mana mana hamba yang sudi bangun malam walau sibuk macam mana sekalipun untuk mengadu dan memohon taubat kepadaNya . Semuanya hanyut dalam mimpi , kantuk yang dahsyat impak stay up belajar , yang bangun subuh pun , antara sedar tak sedar dah tahiyat akhir . Sedar-sedar da atas atas katil . Subuh yang precious dibiarkan mcam tu je tanpa menyedari betapa besarnya kebaikan pada waktu itu .

Kita pilih untuk ada rutin hidup yang sama mcam kat rumah . Sambung tidur lepas subuh . Seronok en ? Tambah - tambah kalau kuliah mula lambat . "yeah , ni boleh sambung tidoq ni!" . excited sungguh untuk sambung tidur lepas subuh . Lagi lama lagi nikmat , lagi puas . Kalau nak nikmat sejati lagi , hujung minggu . Malam tu , pulun ar study , tak pun tengok drama korea , movie marathon ke , maklumlah , da duduk ramai-ramai , best le ngadap bende-bende tu . Sampai 2 3 pagi . Then subuh bangun kejap . Bagai ayam mematuk padi , then debush ! Bagai perenang terjun dengan aksi kuak lentang . Ketiduranlah sang hamba ini sehingga mentari pun naik menyampah .

Kadang kadang aku pun naik keliru . Aku ni , skema sangat ke ? Rasa pelik bila jadi stok yang tak tidoq lepas subuh , sebab majoriti buat macam tu .. See . Inilah contoh Grey Sindrom yang aku mention tadi . Bajet baik la buat statement tak tidoq lepas subuh heh ? Hm .. you choose the righteous path for your own life .

Something From Anwaq Hadi Yg Da Lama Menyepi~

This is my choice . So , I have to accept all the requirement for me to be real muslim . Because I am a muslim.
Full time muslim .

Full time muslim . Ingat Allah bukan kat masjid je . Ingat Allah bukan waktu solat je . Ingat Allah bukan bile nak 'membaham' je . Ingat Allah bukan dalam kelas CTU je . Ingat Allah bukan bila tengok abang lebai atau akak tudung labuh je . Ingat Allah bukan nak bukak puasa je . Ingat Allah bukan untuk mintak macam-macam je . Ingat Allah bukan bila dengar lagu Maher Zain je . Ingat Allah bukan bile nak quotes ayat-ayat cinta dalam fesbuk .

Aku pun banyak sangat kelemahan yang payah nak dibaiki . Karat jahiliah masih bersarang dalam hati . Jalan ini memang susah . Tapi , I've made my choice . Because , on this path , I can meet my HIM . The One that love me with out any reason . CintaNya yang tak pernah berkurangan . CintaNya yang sentiasa membara . CintaNya yang sentiasa menanti penuh setia .

RAEF - WITH YOU 
 Allah,
I need Allah,
And the hearts all over the world tonight.
I said there's hearts all over the world tonight

What can I do?
I need Allah,
And the hearts all over the world tonight.
I said there's hearts all over the world tonight

Wish I was smarter, when I was younger.
Found something better - made me a winner and,
I'm so glad to be Yours!
It's my life that you own.


I start my journey when You forgive me 
I swear my whole world stops.
You are in my heart and, I'm so glad that its fine 
You are One truly kind...

You lighten me!
(I) Feel it, through and through, and
For sure ya Rabbee, there ain't nothing You can't do!
Because if I got You,
I don't need money!
I don't need cars!
Lord, you're my all!

And...Oh!
I'm into You my Lord,
No one else would do!
With every test you put me through,
the miracles, you help me do..
And now I know I can't be the only one,
I bet there's hearts all over the world tonight,
with the Love of their life who feel...what I feel when I'm

With You, with You, with You, with You, ya Rahman! 
With You, with You, with You, ya Raheem!

I don't want nobody else
Without You there's no one left and, 
the Master of judgment day,
I got to have Your love and I cannot do without,

If I got You,
I don't need money!
I don't need cars!
Lord, you're my all!

Oh!
I'm into You my Lord,
No one else would do!
With every test you put me through,
the miracles, you help me do..

With You, with You, with You, with You, ya Rahman! 
With You, with You, with You, ya Raheem!

And I will never try to deny,
That You are my life,

Because if You ever let me go I would die!

So, I won't front!
I don't need another mission,
I just need you as my vision!
If I got You, I'll be straight,
Rabbee I need you every day!

I need Allah...
And the hearts all over the world tonight,
I said there's hearts all over the world tonight
What can I do?

I need Allah...
And the hearts all over the world tonight,
I said there's hearts all over the world tonight

Rab ighfirly
Fantal kareemuu!

Wa3fu ya rabbee
Fantar raheemuu!

With You, with You, with You, with You, ya Rahman! 
With You, with You, with You, ya Raheem! 

Semoga Allah Cinta . 

Tuesday, June 19, 2012

Temukan kami

Terjumpa dalam simpanan ~ sumtin inspiring mengembangkan hati aku ^^

Pimpinlah langkah baru ku ini , untuk mengaut sebanyak mana ilmu demi mengenali mu dengan lebih dekat . Aku mohon Tuhanku , dekatkan aku denganMu melalui ilmu sains yg akan ku pelajari . Mudahkahnlah Ya Allah . Temukan aku dengan mereka yg juga mencintaiMu , mengutamakan Islam sebagai cara hidup , mengangkat darjat iman di dalam diri , teguh dengan semangat jihad . Temukan kami di sana Ya Allah . Moga setahun ini , permulaan yg baik untuk aku membina diri , menuntut ilmu ,, lebih gigih , lebih rajin , lebih sedar , lebih baik akhlak , lebih matang .

Ilmu itu datangnya dariMu . Kepintaran itu bukannya kerana otak atau IQnya . Tapi keranaMu . KeranaMu . KeranaMu .

hanya keranaMu .

Sesungguhnya , hidupku , matiku , hanya untuk Tuhan Sekalian Alam . Engkau Ya Allah . Pimpin aku Tuhanku .

Terima kasih , I love you Allah .

2 June 2012 , 2.6.2012

Monday, June 11, 2012

1st day kuliah .. oh! menguji keimanan !

Assalammualaikum ~ fresh story mari !

OKay , 1st day , alhamdulillah , pagi ok . subuh ok . sempat la buat pape yg patut . The class pon CTU085 . Tasawur Islam . Terus gedebuk dapat assignment .

Kejadian manusia , Darwin , Sains Moden dan Islam : Perbezaan . Sort of mcm ni lar~

hm . actually , the class started at 10.30 and ends at 12.20 . So , aku ngan budak grup pegi la lepak kat Raff kejap discuss . ada la dalam 5 minit .

Niat nak pegi rumah seblah , solat jemaah sme2 ngan ainshah . haaa... this is the beginning .

aku fikir , 'ala rumah seblah je . Kejap je . Tak payah bawak phone , kunci bagai ..' dan aku pun ke sana dengan gumbiranya dengan hanya memakai telekong , bert-shirt dan berkain . SAHAJA . So , solatlah jemaah , dalam 15 minit gitu ...

Bila nak balik .........

Aku pun bukak la pintu rumah ..."PRAP!" eh ! kunci ?? aku pusing2 kan lagi tombol tu . KUNCI .

Like seriously kunci ???!!!!

kecuakan datang . errrk .. dey ... aku pun ketuklah pintu banyak kali . I thought my housemate kuar makan jap . Then masuk balik rumah ainshah , pinjam phone , call la dye .. tak dek bunyik langsung .............tettt .. tak dapat .. pfft~

waktu tu jam dalam pukul 2 petang . ada lagi 2 jam la nak ke kelas .. kelas kol 4.30 . BEL .. english ..

aku pun menanti dengan penuh sabar ... dalam otak dah fikir mcm2 ..

'nak pegi kelas ke tak ?'
'nak pnjm bju ainshah ke?'
'ke nak pakai telekong je naik atas ? GI-LA !'
'nak pakai kasut siapa ?'
'dye ni balik pukul bpe ?!!'
'ada roomate lain balik x ?'

aku pun menjenguk kat tingkap rumah dekat 5 6 kali untuk pastikan ada tak housemate aku balik ...
TAK DEK :'((( ......

rase nak nangis doh ... aku pun cuba untuk istighfar banyak2 .. sebab istighfar ni memudahkan , rezeki datang dari arah tak sangka2 , dikeluarkan dari kesusahan ...

hm ... memang da tawakal habis la ... memang menanti ...

kesabaran sangat sangat sangat teruji ... teringat satu Firman Allah

Allah SWT berfirman bermaksud, “Kamu sekalian Kami uji dengan keadaan serba ketakutan, lapar dan serba kekurangan, baik mengenai harta, jiwa, mahupun mengenai hasil tanaman, dan buah-buahan, gembiralah orang yang sabar, tidak ditimpa sesuatu musibah, mereka (berserah diri kepada Allah) dengan mengucapkan: kami kepunyaan Allah dan kepada-Nya kami kembali.” (Al-Baqarah: 156).

memang sadis ...

jam pukul 3.35 ... aku da mcm cacing kepanasan ... 'memang takdek jalan lain ... i have to....'

"ainshah ! pinjam baju !"

Apa lagi , sesi menggosok baju bermula . Pinjam baju kurung ainshah , stokin , kasut even bag and notebook. Tdung pulak pinjam kat housemate dye , Fatin . Tudung hitam , tapi ada corak bunga bungi atas kepala .. haila ... bunga pun bunga la ... punye la kalut . memang aku dah masuk mode redha je .... tergelak-gelak pun ada mengenangkan nasib sebegitu .. dengan puasanya (err. ganti sehari lagi) .. memang Allah nak uji . kene sabar . kene redha . Anything from Him .

Dalam pukul 4 .. keluar rumah ... aku pun sje nak bukak pintu rumah balik ....

terbuka ....


WHAT ???? SAPE PULAK DA BALIK NI ????

aku pun masuk je rumah , tuka beg , capai segala buku nota , tuka pape yg patut . oh yeah , lupe nak mention. Aku pun pakai contact . Kalau nak buta la nak berjalan ... aku da malas nak intai bilik orang lain . Enough ! da jadi da pun ...

then , pegi kelas BEL . PANAS . aircond entah kenapa .... jumpe la housemate aku tu  yg supposely she open the door for me...

"tadi pegi mne ?" aku still cool . Tapi nada da tegang .
"tak dek mne .. dalam bilik je .." muke innocent tak tau pape .
" serious ? tak dengar org ketuk pintu ?" aku da naik satu oktaf .
Geleng . muka tak tau pape .

Fine . Aku redha . Tak leh nak marah dye . Entah . tak tau spe yg salah . aku ke dia .

Yang penting , ini memang kenangan 1st day pegi kuliah kat U ... pfft .. pinjam atas smpai bawah barang org .
Haila ..

Allah memang nak uji aku . Sebab tadi , aku sangat sangat sangat susah hati . Anyway , kelas BEL kejap je .
Lecturer pun cool ! slang stok Anwaq Hadi ... boleh la ..

end .


Allah mencintai hambaNya yang bersabar .

Allah SWT berfirman bermaksud, “Kamu sekalian Kami uji dengan keadaan serba ketakutan, lapar dan serba kekurangan, baik mengenai harta, jiwa, mahupun mengenai hasil tanaman, dan buah-buahan, gembiralah orang yang sabar, tidak ditimpa sesuatu musibah, mereka (berserah diri kepada Allah) dengan mengucapkan: kami kepunyaan Allah dan kepada-Nya kami kembali.” (Al-Baqarah: 156).


Semoga Allah Redha .

Saturday, June 9, 2012

COPIED SAIFUL ISLAM: Sains Sosial Untuk Memenangkan Islam?

“Antara manusia, mekanisma dan mesin, serta matlamat, manakah antara ketiga-tiga ini faktor penentu kecemerlangan?”, saya bertanya.
“Matlamat!”, jawab salah seorang hadirin.
Ia jawapan standard bagi mereka yang berpemikiran idealistik.
“Siapa yang menentukan matlamat?”, saya menyambung soalan.
“Manusia”, jawab mereka.
Benar sekali. Berubah manusia, berubahlah matlamat. Maka untuk mengekalkan matlamat, jangan lengah dalam membentuk manusianya.
“Tiada siapakah yang menganggap mekanisma dan mesin sebagai faktor kecemerlangan?”, saya mahu menyelesaikan persoalan berbaki.
Diam.
Senyum.
Menggelengkan kepala belaka…
Semua orang mengaku bahawa manusia adalah ‘harta’ paling berharga dan paling utama dalam menentukan kejayaan setiap tahap kehidupan. Kecemerlangan rumahtangga, syarikat perniagaan, sebuah gerakan Islam dan ummah keseluruhannya. Tetapi sejauh mana kita mengambil berat faktor manusia? Sejauh mana kita mementingkan manusia dalam pembangunan hidup ini?
Modal insan?
Berapa banyak agenda kita membangunkan modal insan, berbanding modal kita menjahanamkan setiap insan yang ada hari ini?
JIKA BENAR MANUSIA PENTING
Jika kita bersungguh-sungguh berpakat di atas suatu persetujuan bahawa manusia adalah yang paling utama, bagaimanakah sikap kita terhadap manusia? Usah dulu ke peringkat yang lebih rumit, cukup sekadar dinilai dalam kehidupan seharian.
Andai anak pecahkan pasu bunga, lupakah kita pada kelakuan ibu yang membelasah anaknya seolah-olah si anak andai binasa, boleh dibeli di mana-mana?
Jika mat rempit menjunam di atas jalan, diperiksanya motor terlebih dahulu atau kakinya yang sudah separuh tergantung?
rempit.jpg
Hakikatnya, kita tidaklah begitu menghargai manusia.
Bukan sahaja anak vs. pasu bunga dan motor mat rempit vs. kakinya sendiri, tetapi dalam konteks yang lebih besar, sejauh mana prihatin kita kepada sains sosial (sains kemanusiaan)?
Sejauh mana peduli kita kepada bidang sejarah, sains politik, sosiologi, antropologi, psikologi dan komunikasi? Malah pendidikan dan ekonomi?
SAINS SOSIAL UNTUK UMMAH SERTA GERAKAN DAKWAH DAN ISLAH
Apa perlunya ummah kepada sains sosial?
Tidak cukupkah pada sentuhan tradisi keilmuan Islam yang kaya raya itu untuk menjawab persoalan-persoalan memaknakan slogan “ISLAM PENYELESAIAN”?
Jangan pergi kepada ummah yang termanya terlalu dramatik itu. Perlu dijawab terlebih dahulu, perlukah sebuah gerakan Islam kepada sains sosial?
Soalan ini sering menghantui fikiran saya.
Sebagai seorang pelajar yang muhajir dari Syariah kepada Sains Sosial, soalan sebegini sering mencabut ketenteraman diri saya. Tentu sahaja setiap orang akan menganggap bidang yang dipelajarinya sebagai penting belaka untuk ummah ini. Namun saya runsing memikirkan tentang kedudukan sains sosial bukanlah untuk bertanding tentang bidang siapa yang lebih penting dari bidang yang lain. Tetapi saya memikirkan bagaimanakah kesan sains sosial meminggirkan gerakan Islam, dan bagaimanakah kesan gerakan Islam meminggirkan sains sosial?
Walaupun gerakan Islam mendabik dada bahawa imej ‘parti kampung’nya telah lama ditinggalkan berikutan penglibatan golongan profesional yang cukup memberangsangkan, malah dikatakan berupaya untuk kembali ke imej asal dengan nama-nama tokoh penggerak seperti Zulkifli Muhammad dan Burhanuddin al-Helmi yang juga dikategorikan sebagai golongan profesional, hakikatnya kenyataan ini mesti lebih dihalusi. Biar pun keterlibatan golongan profesional di dalam politik Islam semakin memberangsangkan, namun golongan profesional itu kebanyakannya adalah mereka yang datang dari disiplin hard science.
Gerakan Islam mengalami lambakan jurutera.
Gerakan Islam mengalami lambakan doktor.
Ia suatu perkembangan yang memberangsangkan. Tetapi ke mana perginya golongan profesional dari soft science? Jika soft scientist mahu dianggap profesional?
Di mana ahli sejarah dalam gerakan Islam?
Di mana political scientists?
Ke mana sociologists, anthropologistspsychologists, economists malah educationists dalam arus perdana gerakan Islam?
cover05a02.gif
ASAL USUL KETERLIBATAN
Mengajak seorang pelajar kejuruteraan dan kedoktoran kepada kegiatan dakwah dan mungkin juga siasah, adalah lebih ketara dan berhasil berbanding dengan usaha mengajak pelajar sejarah, sosiologi dan sains politik kepada kegiatan seperti ini.
Ini adalah kerana pelajar kejuruteraan dan perubatan akan dengan cepat melihat gerakan dakwah itu sebagai pelengkap kepada ‘kekurangan’ dirinya sebagai pelajar ‘bukan agama’. Mereka akan melihat peluang terlibat di dalam usrah dan dakwah sebagai peluang untuk memperbaiki diri dan seterusnya meletakkan diri mereka di atas landasan yang betul dalam beragama.
Tetapi mereka tidak akan mencabar content Tarbiyah apatah lagi retorik dakwah dan siasah!
“Saya tersinggung apabila ustaz menganggap pelajar kejuruteraan tidak cukup cerdik untuk mengkritik dakwah!”, keluh seorang teman.
Maafkan saya.
Saya bukan menyentuh soal cerdik atau kurang cerdik. Keupayaan mengkritik ini tidak bersangkut kepada cerdik atau tidaknya seorang pelajar, tetapi ia berkaitan dengan nature pembelajarannya terutamanya jika pelajar itu mengikat dirinya hanya kepada silibus dan hidupnya hanya untuk lulus periksa.
Teori-teori yang dipelajari di dalam pure science, tidak menuju secara langsung kepada menghasilkancontradiction terhadap usrah, dakwah dan siasah yang ada di sekelilingnya.
Ketika seorang pelajar kejuruteraan kimia sedang belajar tentang ChE process dan berurusan denganGibbs phase rule dan bezanya dengan Degrees-of-freedom analysis, amat sulit untuk dirinya berfikir pada masa yang sama tentang hubungkait subjek ini dengan dakwah yang disertainya. Kecuali hingga anda mengorek falsafah di sebalik aplikasi teori-teori ini dan pasti you have to be exteremely smart to do so!
Begitu juga dengan pelajar perubatan. Semasa dirinya meneroka molecular dan cellular systems, the integumentary system dan the skeletal system, adalah terlalu jauh untuk dirinya berfikir tentang usrah dan dakwah yang disertainya kecuali di sekitar persoalan “betapa agungnya ciptaan Allah hasil kajianku terhadap tubuh manusia ini”. Namun bagaimanakah kesedaran itu boleh membawa dirinya kepada mengkaji mekanisma rasional perbuatan manusia dan implikasinya kepada kehidupan… you have to be extremely smart to do so!
Maka tarbiyah dan dakwah lebih disambut secara subur oleh pelajar di bidang hard science tanpa ada sebarang konflik dengan bidang pengajiannya. Malah gerakan dakwah juga berebut-rebut mahu menerima keahlian mereka kerana ia meningkatkan imej kumpulan masing-masing.
Kumpulan saya ada ramai doktor.
Kumpulan saya ada ramai jurutera.
SAINS SOSIAL MENCETUSKAN KONFLIK
Tolaklah ke tepi pelajar-pelajar dari kategori yang belajar sekadar mahu lulus periksa. Perbincangan saya ini tidak ada kena mengena dengan pelajar atau sesiapa yang berkata “entahlah, aku pun tak tahu kenapa aku ambil bidang ini!” Golongan seperti ini mungkin lulus cemerlang di dalam bidang sains politik, namun tidak tahu menahu tentang apa yang berlaku di sekitarnya dan menjadi mangsa pertama percaturan politik aplikasi biar pun dia itu wira politik teori di atas sekeping ijazah.
Namun, apa yang menjadi fokus saya ialah kepada pelajar yang sentiasa peka, belajar dan memikirkan tentang pelajarannya, serta apa hubung kait pelajarannya itu dengan kehidupannya di luar bilik kuliah dan perpustakaan.
Seorang pelajar sejarah, akan belajar tentang sejarah kemunculan idea-idea yang ada hari ini.
Sebelum bercakap tentang ancaman sekularisma kepada ummah, mereka telah terlebih dahulu perlu belajar tentang sekularisma era George Holyoake malah dikorek hingga ke akar umbinya seawal Ibn Rushd dan Averroism school of philosophy.
“Sekularisma ialah memisahkan agama dari politik. Sekularisma adalah jalan terpantas untuk seseorang itu menuju Riddah!”, kata seorang naqib di dalam usrahnya.
Idea-idea sebegini akan segera menyebabkan pelajar sains sosial di bidang sejarah dan sains politik rasa terganggu. Mereka akan segera merasakan bahawa kefahaman tentang sekularisma yang sedemikian rupa adalah terlalu dangkal dan tidak keterlaluan boleh dikatakan sebagai rubbish! Apakah content Tarbiyah kumpulan dakwah ini? Apakah mereka faham dengan apa yang mereka perkatakan? Soalan-soalan sebegini datang bertubi-tubi on daily basis kepada seorang pelajar sains sosial.
nurcholis_madjid.jpg
Sebelum bercakap tentang ancaman Islam Liberal, atau mengkritik Nurcholis Majid (Cak Nur), pelajar sains sosial telah terlebih dahulu dituntut agar mendefiniskan liberalism dalam konteks yang betul. Mereka telah terlebih dahulu perlu mengetahui pandangan orang-orang seperti Adam Smith, dan mengenal pasti perbezaan trend yang wujud di bawah slogan liberalism seperti Manchester Liberalism,Cultural LiberalismPolitical LiberalismSosial or Neo Liberalism dan sebagainya.
“Liberalisma ialah usaha untuk membebaskan manusia dari ikatan kepada agama. Ia membuka ruang kepada manusia untuk bebas memilih sama ada mahu berdosa atau berpahala dan kita tidak berhak berkata apa-apa. Antum mahu negara kita jadi seperti ini?”, tanya seorang naqib kepada ahli usrahnya.
Pandangan penuh emosi dan bernada tinggi ini, akan segera menyebabkan pelajar sains sosial di bidang sejarah, sains politik dan ekonomi akan berasa terganggu.
“Naqib aku ni faham ke apa benda yang dia cakapkan ini?”, rungut hati seorang pelajar sains sosial yang juga dididik agar sami’na wa atha’na atas nama amal jama’ie.
Itu di peringkat teori dan kefahaman.
Dalam ertikata yang lain, saya cuba untuk mengajak kita semua melihat di mana rasionalnya pelajar sains sosial enggan mendekati kumpulan dakwah terutamanya yang berpegang dengan agendaIslamism. Mereka akan menganggap kumpulan ini hanya beretorik dan tidak mempunyai apa-apa kefahaman yang bersifat substantial kerana untuk berjuang menentang kebejatan sekularisma, mereka hanya berpada dengan definisi sekularisma yang dihafal dari mulut amir atau pemimpin mereka yang mursyid.
Cakap kosong semata.
APLIKASI SAINS SOSIAL
Itu di peringkat teori dan kefahaman.
Apabila persoalan ini dibawa ke peringkat mengaplikasikan teori sains sosial, konflik di antara gerakan dakwah dan islah dengan sains sosial akan jadi lebih meruncing.
Bagi sebuah gerakan yang berhasrat untuk mengubah masyarakat dan sistemnya, mereka perlu mempunyai kaedah yang jelas dan tepat dalam menganalisa masyarakat. Ahli sains sosial seperti sociologist dan anthropologist akan menganalisa masyarakat dengan disiplin dan metodologi yang boleh diukur dan berasas.
Misalnya, untuk sebuah gerakan Islam membuat keputusan tentang pendiriannya berhubung dengan trend yang wujud di dalam masyarakat terhadap isu-isu yang diperjuangkannya, mereka perlu melakukan kaji selidik. Survey sebegini mesti dilakukan dengan cara yang betul, memenuhi tuntutan kualitatif dan kuantitatif terhadap sampel yang terbabit supaya mereka mendapat keputusan yang tepat tentang gambaran sebenar kefahaman serta reaksi masyarakat kepada apa yang mereka perjuangkan.
Tetapi, sejauh manakah gerakan Islam memperlengkapkan dirinya dengan hal ini?
Apakah setiap kali gerakan Islam di mana-mana bahagian dunia kalah di dalam pilihanraya maka ia mesti berpunca daripada penyelewengan pemerintah dalam mengendalikan proses pengundian semata-mata?
32441114.gif
Bagaimana pula kemungkinan perjuangan yang tidak bersandarkan asas? Memperjuangkan satu isu tanpa mempedulikan sejauh mana kefahaman masyarakat tentang isu tersebut, sejauh mana mereka memahaminya, sejauh mana relevannya isu yang dibawa… dan semua ini gagal dijawab kerana gerakan Islam tidak menyelidiknya?
Malah jika ada dakwaan bahawa penyelidikan dibuat, apakah asas penyeldikan berkenaan? Mampukah ia berdiri teguh jika ditimbang dengan neraca sains? Atau hanya sangkaan semata-mata?
KERISAUAN YANG BERASAS
Inilah yang mencetuskan kerisauan kepada saya.
Isu ini bukan sahaja isu gerakan Islam, malah isu masyarakat kita secara keseluruhannya. Kita menganggap manusia itu mudah kerana setiap kita ini juga adalah manusia. Kita lupa bahawa manusialah yang menentukan matlamat, manusialah yang menghasilkan mesin dan manusialah yang menghasil dan menggunakan teknologi. Sebelum matlamat dicabar, mesin dianalisa, teknologi dinilai dari segi etika, kita lupa kepada keperluan mendalami prima causa dan pemula segalanya… manusia.
PENYELESAIAN
Tidak sedikit pelajar kejuruteraan dan perubatan malah jurutera dan doktor sendiri yang dinamik dalam fikrah dan gerak kerjanya. Tetapi mereka berupaya untuk menjadi begitu apabila mereka keluar dari sekadar memperhambakan diri kepada silibus dan profesyen masing-masing. Mereka tidak hanya membaca buku teks kejuruteraan untuk profesyen dan buku teks Hasan al-Banna dan Mustafa Masyhur untuk dakwahnya, sebaliknya mereka meluaskan bacaan dan kefahaman dengan mengambil buku-buku Current Affairs, Political Science, Falsafah, Sejarah dan menganggap semua itu sebagai sebahagian dari keperluan Tarbiyah dan BEKALAN UNTUK MEMENANGKAN ISLAM.
Tidak sedikit pelajar Syariah dan ustaz ustazah yang dinamik, tetapi mereka menjadi dinamik hanya selepas mereka berjaya memecahkan tembok sangkaan bahawa “ilmu itu ialah apa yang Allah cakap, apa yang Nabi cakap: maka jika sudah faham Tafsir dan faham Hadith, saya telah faham segala-galanya”.
Saya setengah mati mahu keluar dari tembok itu.
Sesungguhnya jalan untuk memenangkan Islam itu tidak semudah yang disangka…
Sejauh mana kita semua bersedia KE ARAH MEMENANGKAN ISLAM?
Abu Saif @ www.saifulislam.com
56000 Kuala Lumpur

COPIED FROM LANGIT ILAHI : Blogger=Da’ie – Blogger Wanita atau Blogger Muslimah?

Bercakap berkenaan alam blogger, alam maya, ini bukanlah alam diskriminasi yang hanya dikuasai oleh lelaki. Tetapi wanita juga hakikatnya ramai yang berkecimpung di dalam medan ini. Bahkan, kemungkinan, wanita lebih ramai kerana biasanya mereka lebih mudah untuk meluahkan rasa hati dan berkongsi rasa.
Tetapi persoalan yang ingin saya ketengahkan dalam artikel Blogger=Da’ie kali ini adalah:
Apakah kita ini semata-mata blogger wanita atau kita hakikatnya adalah blogger muslimah?
Adakah kita, sebagai seorang muslimah yang menjadikan blog sebagai medium penyampaian, benar-benar menggerakkan blog kita, menggerakkan penyampaian kita, agar memberikan penyampaian Islam yang sebenar? Atau kita sekadar menayangkan ‘kewanitaan’ kita kepada masyarakat semata-mata?
Di sini kita kupas Blogger Muslimah secara khusus!
Disiplin Seorang Muslimah.
Perkara utama yang perlu kita ketahui di dalam mengupas perihal Blogger Muslimah ini adalah, disiplin seorang muslimah itu sendiri.
Di dalam Al-Quran, Allah SWT telah menyebut dengan jelas di dalam Surah An-Nur:
“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.” Surah An-Nur ayat 31.
Ayat ini adalah absolute dalam menyatakan bagaimana disiplin seorang Muslimah yang sebenarnya. Membaca ayat ini, jelas kepada kita betapa seorang Muslimah itu adalah yang sederhana dan tidak menunjuk-nunjukkan kecantikannya. Tidak pula membuka auratnya. Menjaga pula pergaulannya. Mereka tidak memperlihat-lihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir sahaja. Tafsiran yang zahir ini telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW di dalam hadith bermaksud:
“Jika seorang anak perempuan itu telah baligh, hanya wajah dan dua telapak tangannya sahaja boleh kelihatan.” Riwayat Abu Dawud.
Kemudian antara disiplin di dalam menjadi Muslimah adalah Muslimah tidak bertabarruj. Sebagaimana Allah SWT telah memberikan larangan di dalam firmanNya:
“Janganlah kalian bertabarruj sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliyyah yang awal.” Surah Al-Ahzab ayat 33.
Tabarruj bermaksud berlebih-lebihan dalam berhias, atau menunjuk-nunjukkan kecantikan yang ada. Apabila dibahaskan mengapa disebut ‘sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliyyah yang awal’, dinyatakan bahawa wanita-wanita jahiliyyah awal itu adalah yang memulakan berhias berlebihan untuk menarik perhatian/menggoda lelaki. Justeru, apa-apa sahaja tindakan menghias diri berlebih-lebihan, sengaja menzahirkan kecantikan, dengan niat hendak mendapatkan perhatian maka itu sebenarnya adalah tindakan tabarruj. Nyata, tabarruj bukan disiplin seorang Muslimah.
Lebih penting lagi, segala disiplin seorang hamba kepada Allah SWT, adalah termaktub di dalam disiplin seorang Muslimah.
Justeru, di sini saya noktahkan perihal Disiplin Seorang Muslimah.
Pendek kata, Muslimah itu sederhana, menjaga dirinya, dan menjaga orang lain dari diheret oleh dirinya ke neraka. Dirinya mulia, dan amat menjaga kehormatan dirinya ini dengan berusaha menjaga batas-batas sebagaimana yang telah Allah SWT tetapkan.

Blogger Muslimah.
Maka, seorang blogger Muslimah adalah yang tertakhluk di bawah Disiplin Seorang Muslimah.
Seorang blogger yang menulis atas dasar untuk menegakkan kebenaran, untuk menyampaikan kesedaran, untuk mengajak manusia kembali kepada Allah SWT. Perkara ini, telah kita jelaskan bayak dalam artikel-artikel blogger=da’ie yang lepas. Tiada bezanya untuk seorang blogger Muslimah.
Blogger Muslimah tidaklah menunjuk-nunjukkan kecantikannya. Tidaklah dia berhias untuk mendapat perhatian ramai, lalu memampangkan wajah ayunya, bibir mungilnya di blognya. Tidaklah dia mendedahkan auratnya, dan tidaklah dia memakai pakaian yang tidak sopan.
Tidak pula dia meletakkan gambar-gambar yang mampu menimbulkan fitnah, walaupun menutup aurat(balik kepada isu tabarruj).
Pendek kata, jika benar dia seorang Blogger Muslimah, maka fokusnya adalah penyampaiannya, dan bukannya untuk menayang-nayangkan kecantikannya.

Blogger Muslimah Blogger Mendidik.
Blogger Muslimah tidak menjadikan pujian orang sebagai matlamat. Apatah lagi pujian terhadap rupa paras.
“Comelnya Kak Zazu(bukan nama sebenar).”
“Ayu la Kak Zazi(bukan nama sebenar).”
“Wah, lawanya Kak Zus(bukan nama sebenar.)”
Sekiranya inilah yang muncul pada komen-komen setiap postnya, maka sepatutnya blogger Muslimah bermuhasabah. Apakah yang sebenarnya telah dia lakukan? Dia sebenarnya membawa manusia pulang kepada Allah SWT, atau sebenarnya membuatkan orang terpegun dengan kecantikannya?
Blogger Muslimah sepatutnya menjadi pendidik kepada akhlak sopan, dan adab seorang muslimah yang sebenar. Menceritakan cabaran menjadi seorang muslimah di tengah Islam menjadi dagang. Di tengah perempuan-perempuan lain tidak malu menggadaikan diri dan membuka aurat masing-masing. Menjelaskan peranan wanita di dalam kehidupan, di dalam Islam, di dalam rumah tangga, di dalam negara dan sebagainya. Boleh dikupas juga bagaimana wanita-wanita Muslimah yang terdahulu, atau juga ilmuwan Muslimah yang muktabar untuk dijadikan contoh. Boleh juga dikupas perihal wanita masa kini, dan bagaimana mahu kita bina bi’ah solehah yang baik dalam masyarakat wanita kita.
Sarat dengan idea. Sarat dengan wawasan. Sarat dengan isi yang bermanfaat. Ya, begitulah Blogger Muslimah yang sebenarnya. Bukan hanya bersembang berkenaan ‘hensemnya si dia’ atau ‘kenapa artis itu bercerai dengan si dia?’ dan atau ‘hari ini aku pergi bla bla bla’. Lebih buruk, memang kerjanya tayang diri sematya-mata.
Bukanlah Blogger Muslimah seorang yang bercerita akan diari hidupnya tanpa ada hubungan dengan Allah SWT. Bukanlah blogger Muslimah seorang yang menceritakan aib orang lain. Bukanlah blogger Muslimah seorang yang hanya menayang-nayangkan kecantikannya, hayat hidupnya, untuk dipuja dan dipuji.
Blogger Muslimah, adalah blogger yang mendidik.

Janganlah Jadi Blogger Wanita Semata-mata.
Maka janganlah jadi blogger wanita semata-mata. Yang kosong tanpa idea. Yang sekadar menjual kecantikan dirinya.
Blogger Muslimah bukanlah blogger yang menulis ayat-ayat Allah SWT, hadith-hadith Rasulullah SAW, kalam-kalam nasihat, dalam keadaan dirinya memaparkan aurat, dalam keadaan dirinya bertabarruj, dalam keadaan dirinya memaparkan kecantikannya.
Tidak. Itu bukan Blogger Muslimah. Itu Blogger Wanita.
Blogger Muslimah, walau dia tidak letak sepotong ayat Al-Quran pun, walau tidak ada bersama artikelnya sebaris hadith pun, tetapi dia membawa nilai dan pengajaran yang tinggi untuk kehidupan, bersama adab dan kehormatannya yang terjaga. Kerana dia jelas mengajak kepada Allah SWT, dan berada di dalam disiplin seorang Muslimah yang sebenarnya.
Maka janganlah kita menjadi blogger wanita semata-mata.
Jadilah Blogger Muslimah.
Yang duduk tunduk di bawah disiplin seorang Muslimah.
Fokus kembali matlamat kita.

Penutup: Blogger Muslimah, Satu Aset.
Jika anda lihat di dalam LangitIlahi.Com, kami punya blogger Muslimah juga. Sister Khumairah(pelukis) dan SisFaeez(kartunis). Tetapi nyata gambar-gambar mereka tidak langsung memaparkan wajah.
Saya sangat percaya bahawa Blogger Muslimah adalah satu aset yang besar. Ya, lelaki mungkin tidak terlalu hebat dalam mendalami perempuan. Kerana apa-apa hal pun, lelaki adalah lelaki. Perempuan jugalah yang mampu sampai kepada perempuan dengan lebih dalam. Kerana itu, Blogger Muslimah amat perlu, untuk menjadi qudwah, penyampai, yang baik kepada wanita-wanita. Kerana itu, kita sepatutnya membina diri kita biar benar-benar menjadi Blogger Muslimah, bukan semata-mata Blogger Wanita.
Bukanlah salah meletakkan gambar. Tetapi tidaklah perlu berhias, tidak perlu kepada aksi-aksi manja, tidak perlu memuncungkan bibir tanpa keperluan. Tidak salah memaparkan aktiviti-aktiviti yang dilalui bersama muslimah lain, selagi aurat masih terjaga dan akhlak masih dalam kesopanan Islam. Bahkan, sampai masa, perlu kerana masyarakat hendak melihat bagaimana kehidupan muslimah yang sebenar.
Tetapi janganlah kita ‘jual’ diri kita. Jika kita ‘jual diri kita, kita hakikatnya tidak membantu Islam pun.
Bahkan kita menjadi fitnah pula kepada Islam kerana memaparkan sikap ‘muslimah’ yang tidak sepatutnya. Apatah lagi, jika yang kita tulis adalah perkara-perkara kebaikan. Ketahuilah bahawa, antara kita dengan orang Islam ada perbezaan. Begitu jugalah antara wanita biasa dan seorang Muslimah, sepatutnya ada perbezaan. Jika kita pun serupa mereka, maka apa sebenarnya kita?
Mari, didik diri menjadi Blogger Muslimah!
- Hilal Asyraf -

hadiah birthday ke 18

Assalammualaikum ! Fresh new entry , direct from Palam !

Officially became one of warga Palam yang bersama-sama mendaki tangga kejayaan !

semput . Insyaallah , BMI aku turun mendadak kelak ^^
 Belum start kuliah lagi , so aku agak tak tahu lagi the 'real' life here . Tapi aku agak , agak scary . I know . mesti sibuk , assignment berkoyan-koyan . Hm.. dapat nota math pun aku da menggigil . Addmath bagai je sume . -,-"

So , now is June . Belum August pun lagi . Kenapa aku da berangan pasal hadiah besday ? Hehehehe


Okay , cite dye mcm ni .. My birthday , 18 August untuk tahun 2012 , which is I'll turn to 18 , jatuh pada tanggal 30 Ramadhan . Awesome kan ^^ My birthday will be on the last day of ramadhan !

So , aku excited ? OF COZ !!!

Excited because of what ?

                                    Sebab it will be at the end of Ramadhan yg esoknye terus Raya ??

Hm.. unfortunately , no .

Bukan sebab that reason . mybe itu reason yg ke 5 la kot . Hahaha .

The reason why aku happy is , this ramadhan would be very precious for me . Sebab at the end of the ramadhan , I'll turn 18 ! So , I wanna give something special to myself for this sweet 18 years of my life !

The present is : A blessed victory !

yes , a blessed victory . Blessed victory from the nafs yang jahat ya amat !

Ramadan is a month full of repentance, forgiveness, blessing and love of Allah . So, I need to take this opportunity and make the best effort to improve the worship at this time ramdhan . Perhaps this is guidance from Allah for me to make Ramadan the most meaningful and full filling it with more ibadah ^^

So , this is my hope . To get the blessed , the victory and the love from Him .

In order to make it happen , the preparation must begin now ! Now is Rejab , almost reach the end pun .. So, warm up plan kene berjalan from now . Tambah-tambah lagi now kat Palam . Err , aku seram dengan tangga kejayaan tu , memang mencabar , tak sah kalau baju tak lenjun dek titisan peluh pelajar yang berusaha gigih menadah ilmu demi masa hadapan yang menjamin ! ceywah !

Aku tertarik dengan poster promotion warm up for ramadhan from Langit Ilahi . Comel !

klik sendiri untuk view besar2 !
So .. hm .. kene plan awal nih . Macam-macam kene buat . La ni kuliah tak start lagi , ceq tak tau bila da start kuliah nanti ceq boleh bernafas lagi ke dak . Hm.. memang mencabar . Kalau ikutkan , nak puasa sunat isnin khamis tu ... hu .. kalau isnin maybe boleh sebab kelas pun ada 2 je , itupun yg elective je . Kalau khamis... *tariknafas* , aku ada 5 KELAS , pagi sampai malam . Memang dahsyat . Hm.. kalau terawikh , Khamis kene burn ar .. Alo ...

Kalau psai bangun malam pulak , hm .. ni kene mujahadah lebih . Payah jugak nak bangun . Tak pek , usaha lebih banyak !

Pasal nak baca kitab-kitab tu .. heee.. dah la aku mai sini segala buku kesayangan aku satu almari tu kat rumah le . Nak bawak sini haritu teragak-agak jugak , Tak pelah , before ramadhan , aku balik p ambik . hahah.. lain pulak jadinye nanti ..

So, hari ni 9 June 2012 . Which is 19 Rejab . err .. da 19 Rejab da ? haish .. banyak masa buang . But the way , Syaaban akan jatuh pada next week , 21 June = 1 Syaaban .

9/6   - 19 Rejab
17/6 - 27 Rejab (Israk Mikraj)
21/6 - 1 Syaaban
20/7 - 1 Ramadhan
5/8   - 17 Ramadhan
18/8 - 30 Ramadhan
119/8 - 1 Syawal

So , itulah antara tarikh-tarikh penting . kene rancang elok-elok ibadah dari sekarang untuk pastikan ibadah pada bulan ramadhan ibadah yang terbaik . So , warm up from now , make the preparation now and feel each moment in Ramadhan with blessed and love . Barulah ramadhan akan jadi bermakna . Ya Allah , excited pulak aku .

Heh , aku menulis ni pandai la siap congak tarikh bagai , tapi aplikasinya kene lah jalan seiiringan .

Mission : to get the best birthday present ever !

May Allah blessed my age . That is the best present anyone could ask for .

Till we meet again int the next post . InsyaAllah .

May Allah Bless .